jump to navigation

Menyambangi Tugu Peringatan Perang Kemerdekaan 1949 Di Maduran 17 Januari 2012

Posted by Cah Maduran in Desa Maduran, Sejarah, Sejarah Lamongan.
Tags: , , , , , , , , , ,
trackback

Sekilas Tentang Perang  Kemerdekaan (Agresi Militer II)

Tugu ini dibangun untuk mengenang secuil dari sekian banyak kisah perjuangan rakyat Indonesia dalam rangka mengusir tentara Belanda yang ingin kembali menguasai tanah air setelah proklamasi 1945. Seperti tercatat di buku sejarah nasional Republik Indonesia,  Belanda kembali melakukan serangan ke-2 terhadap Republik Indonesia pada tanggal 19 Desember 1948 di Yogyakarta, setelah pada tanggal 19 Januari 1948 ditandatangani perjanjian Renville. Saat itu Yogyakarta berstatus sebagai ibu kota negara. Pada serangan tersebut ditangkap juga Soekarno, Mohammad Hatta, Syahrir dan beberapa tokoh lainnya . Ibu kota negara jatuh dan kemudian dibentuk pemerintahan darurat yang dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara.

Serangan Umum 1 Maret 1949

Serangan yang dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 1949 terhadap kota Yogyakarta secara secara besar-besaran yang direncanakan dan dipersiapkan oleh jajaran tertinggi militer di wilayah Divisi III/GM III -dengan mengikutsertakan beberapa pucuk pimpinan pemerintah sipil setempat- berdasarkan instruksi dari Panglima Besar Sudirman, untuk membuktikan kepada dunia internasional bahwa TNI -berarti juga Republik Indonesia- masih ada dan cukup kuat, sehingga dengan demikian dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan yang sedang berlangsung di Dewan Keamanan PBB dengan tujuan utama untuk mematahkan moral pasukan Belanda serta membuktikan pada dunia internasional bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih mempunyai kekuatan untuk mengadakan perlawanan. Soeharto pada waktu itu sebagai komandan brigade X/Wehrkreis III turut serta sebagai pelaksana lapangan di wilayah Yogyakarta. (dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Kemerdekaan_Indonesia)

Di Lamongan Jawa Timur

Di wilayah Jawa Timur  tak terkecuali Lamongan, adalah daerah yang  juga didatangi pasukan Belanda.  Tepatnya di wilayah Desa Gumantuk Kecamatan Maduran yang menyimpan sebuah kisah heroik. Kisah pertempuran Tentara Nasional Indonesia (TNI) melawan tentara Belanda, (kisah ini akan disampaikan pada posting berikutnya).

Lokasi Tugu

Tugu ini terletak di sisi selatan sebuah perempatan jalan yang menghubungkan beberapa desa di sekitanya. Ke arah selatan adalah Desa Gumantuk, ke arah barat Desa Maduran dan Dusun Dempel (Desa Pangean), ke arah timur ke Kecamatan Karanggeneng, dan ke utara ke Desa Pegendingan dan Pringgoboyo. Tugu ini tepatnya masuk ke dalam wilayah Desa Gumantuk Kecamatan Maduran.

Tugu Peringatan Mengenang Gugurnya Beberapa Tentara Nasional Indonesia Di Maduran

Lokasi Tugu Peringatan Mengenang Gugurnya Beberapa Tentara Nasional Indonesia Di Maduran

Kadet Soewoko

Pada dinding tugu, tepatnya di tengah-tengah dinding, terdapat sepotong marmer berbentuk segiempat yang terukir beberpa nama di atasnya. Beberapa nama tersebut adalah Soewoko (kadet TNI), Widodo (kopral TNI), Soekaeri (kopral TNI), dan Lasiban (kopral TNI). Kadet Soewoko dalam hal ini sebagai pemimpin dalam penyerangan tentara Belanda di Desa Gumantuk. Kisah heroiknya akan disampaikan pada posting berikutnya.

Kondisi Terkini

Tugu peringatan ini sekarang kondisinya tidak terawat. Pagar yang mengelilingi tugu pun agak rusak dan ditumbuhi rumput-rumput liar. Bahkan pagarnya yang terbuat dari besi pun hilang, entah karena rusak kemudian disimpan oleh yang berwenang atau mungkin juga dicuri orang.

Perhatian Pemerintah dan Pengenalan Sejarah Lokal Daerah

Pemerintah Kabupaten Lamongan seharusnya memberi perhatian pada aset-aset daerah yang bernilai penting bagi sejarah lokal. Kemudian Dinas Pendidikan juga harus mengenalkan kepada sekolah-sekolah tentang keberadaan tugu peringatan sebagai monumen untuk mengenang jasa para pahlawan lokal. Setahu dan seingat penulis, sebagai orang yang sewaktu kecil tinggal di sekitar tugu ini, belum pernah ketika sekolah dikenalkan terhadap tugu ini. Penulis tahu karena memang tinggal di daerah sekitar tugu tersebut.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: