jump to navigation

Babad Tanah Jawa – Kerajaan Hindu di Tanah Jawa Tengah 25 Desember 2011

Posted by Cah Maduran in Babad Tanah Jawa, Budaya dan Sastra, Sejarah.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
trackback

Babad Tanah Djawi

Gubahan: L. VAN RIJCKEVORSEL (Directeur Normaalschool Muntilan)

Dibantu : R.D.S. HADIWIDJANA (Guru Kweekschool Muntilan)

Penerbit : J.B. Wolters U.M. Groningen – Den Haag – Weltervreden – 1925

Bagian Pertama

Bab 2

Kerajaan Hindu di Jawa Tengah (abad 6)

Berdasarkan pada :

1. Catatan bangsa China

2. Tulisan yang ada di batu-batu dan candi

3. Catatan salah satu orang Arab, sudah bisa diketahui sedikit-sedikit tentang keberadaan orang Hindu di Tanah Jawa Tengah pada zaman itu.

Ketika mulai abad ke-6 ada orang Hindu baru yang datang ke Tanah Jawa Barat. Disana mereka terserang penyakit, sehingga kemudian mereka hijrah ke timur, menuju Tanah Jawa Tengah.

Orang Jawa pada saat itu, masih terbelakang sekali dalam hal pengetahuan, jika dibandingkan dengan orang Hindu yang baru datang tersebut, sehingga orang Jawa menjadi bawahannya.

Orang Hindu kemudian mendirikan kerajaan di tanah Jepara. Rumah-rumah tempat tinggal orang Jawa, ya hampir serupa dengan rumah-rumah tinggal orang Jawa zaman sekarang.

Dalam hal berdagang, berniaga dengan orang China. Barang dagangannya semisal : emas, perak/perunggu, gading dan lain-lain.Oramg-orang China menyebut kerajaan tersebut Kalinga, yang nantinya dinamakan : Jawa.

Kerajaan itu semakin lama semakin besar, malahan sampai memerintah beberapa kerajaan kecil-kecil hingga 28 kerajaan. Orang China juga menyebutkan nama salah satu raja perempuan: Sima, diceritakan sangat baik dalam memegang dan memerintah kerajaan itu (tahun 674)

Tulisan pada batu yang berciri tahun 732, sebagai yang paling tua, ditemukan di dekat Magelang, menyebutkan, bahwasannya ada raja yang memerintah berjuluk Prabu Sannaha, kerajannya besar, yang mencakup beberapa tanah kekuasaan yaitu tanah Kedhu, Jogjakarta, Surakarta, dan mungkin hingga Tanah Jawa Timur juga masuk dalam wilayah kekuasaannya. Menurut ceritanya, kerajaan tersebut sangat tertata dan tenteram seperti yang tertulis dalam petilasan : Walaupun orang-orang tidur di jalan-jalan, tidak ada ketakutan jika ada perampok atau bahaya yang lain.

Menurut cerita salah satu orang Arab, di tengah-tengah abad ke-9, raja di Tanah jawa sudah memerintah hingga ke tanah Kedah di Malaka (pamelikan timah). Kerajaan di atas tersebut awalnya belum diketahui namaya, tetapi kemudian ada tulisan yang ditemukan pada batu yang berciri tahun 919, menyebutkan kerajaan Jawa di Mataram. Luas wilayah kekuasaannya, kalau seumpama sekarang sampai di tanah Kedhu, Yogyakarta,Surakarta, ke utara hingga laut Jawa, ke timur hingga tanah-tanah di Jawa Timur. Kotanya dinamakan Medhangkamulan.

Orang Arab menceritakan, ada raja Jawa yang membelah kerajaan Khamer (Hindu Belakang). Yang disebut ini adalah kerajaan Mataram. Kecuali Khamer, kerajaan Jawa sudah menguasai banyak pulau. Pulau itu juga gunung api. Kerajaan Jawa ini kaya akan emas dan rempah-rempah. Orang Arab juga banyak yang berdagang.

Setelah tahun 928 tidak ada keterangan apapun pada bab keberadaan Kerajaan Mataram. Yang diceritakan justru di Tanah Jawa Timur. Mungkin saja kerajaan Mataram itu rusak karena meletusnya gunung Merapi (Merbabu), yang mana penduduknya mengungsi ke timur. Pada abad ke-17 kerajaan Mataram kemudian berdiri lagi, besar dan penguasanya mempunyai kesamaan dengan kerajaan Mataram Kuno.

Agama orang Hindu yang sudah hidup di Jawa bervariasi. Di tanah tumpah darahnya sendiri di zaman kunonya orang Hindu menyembah Brahma, Wisnu dan Syiwa, yaitu yang disebut Trimurti. Kecuali itu juga menyembah kepada banyak dewa lainnya, seperti: Ganesha, putra dari Bethari Durga.

Menurut pengajaran agama Hindu golongan manusia dibagi menjadi empat, yaitu :

– para Brahmana (golongan pendeta)

– para Satriya (golongan luhur/bangsawan)

– para Wesya (golongan pedagang)

– para Syudra (golongan wong cilik/rakyat biasa)

Pengajaran agama dan catatan Orang Hindu terdapat padasuratyang terkenal, namanya Wedha.

Kira-kira 500 tahun sebelum mulainya tahun Kristen (masehi), di tanah Hindu ada salah satu darah bangsawan Syakya Muni, Gautama atau Budha. Pengajaran yang jauh melenceng dari agama orang Hindu tadi. Resi Budha meninggalkan keduniaan, kedengkian dan mengajarkan kebaikan kepada orang lain. Kecuali tidak menyembah dewa-dewa, pengajarannya : menempatkan orang itu sebagaimana sifat kemanusiaannya adalah sama saja, jadi tidak bisa dibedakan menjadi empat golongan. Para Brahmana  Hindu tentu saja tidak suka, sebab itu sering terjadi perselisihan besar.

Di tanah Hindu orang-orang Budha tadi kemudian berperang dengan orang beragama Hindu. Bangsa Budha kalah dan kemudian pindah ke Ceylon di sebelah selatan, Hindu Belakang, Tibet, China dan Jepang.

Orang Hindu itu juga berbeda-beda. Ada yang sangat memuja kepada dewa Syiwa yaitu para Syiwaiet (di Tanah Jawa Tengah): ada yang sangat memuja kepada dewa Wisnu, yaitu para Wisnuiet (di Tanah Jawa Barat). Selain itu juga banyak orang beragama Budha, tetapi di Tanah Jawa agama-agama itu bisa rukun, malah dicampur saja.

Petilasan agama Hindu tersebut sekarang banyak sekali, seperti :

–          Candi-candi di tanah Dieng (Syiwa), itu mungkin peninggalan raja dari darah Sanjaya

–          Candi di Kalasan pada masa tahun 778, ini candi paling tua (Budha) peninggalan raja darah Syailendra

–          Candi Budha paling terkenal yaituBorobudurdan Mendut

–          Candi Prambanan (Syiwa). Di dekat prambanan ada candi campuran Budha dan Syiwa.

Relief pada Candi Borobudur

Relief pada Candi Borobudur

Candi Borobudur

<<– sebelumnya                                                                            berikutnya–>>

Sumber dikutip dari http://www.ki-demang.com — Situs Sutresna Jawa– : dalam bahasa Jawa.

Komentar»

1. Abd Aziz - 16 April 2014

mantap sangat bermanfaat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: