jump to navigation

Babad Tanah Jawa – Kerajaan Hindu di Tanah Jawa Barat 16 Desember 2011

Posted by Cah Maduran in Babad Tanah Jawa, Budaya dan Sastra, Sejarah.
Tags: , , , , , , , ,
trackback

Babad Tanah Djawi
Gubahan: L. VAN RIJCKEVORSEL (Directeur Normaalschool Muntilan)
Dibantu : R.D.S. HADIWIDJANA (Guru Kweekschool Muntilan)
Penerbit : J.B. Wolters U.M. Groningen – Den Haag – Weltervreden – 1925

Bagian Pertama
Babad Tanah Jawa Mulai Zaman Hindu Hingga Keruntuhan Kerajaan Majapahit (abad 2 atau 3 sampai abad 16)

Bab 1

Kerajaan Hindu di Tanah Jawa Barat
(mulai abad 2 atau 3)

Seperti yang sudah diketahui, kerajaan bangsa Hindu ada di Tanah Jawa, sebagai yang pertama kali, yaitu kerajaan “Tarumanegara” (Tarum = tom. kalinya dinamakan Citarum)

Kerajaan tersebut pada abad ke-4 dan ke-5 sudah ada, tetapi waktu tepatnya berdiri belum diketahui.
Raja-rajanya berdarah/keturunan Purnawarman. Merujuk pada gambar-gambar kembang tunjung yang ada di batu petilasan, darah Purnawarman adalah penganut agama wisnu.

Di tahun 414 di China disebut Fa Hien, pulang menuju petilasan Resi Budha, di tanah Hindu Depan mampir di Tanah Jawa hingga 5 bulan.
Dalam catatannya ada yang menerangkan begini :
1. disana banyak orang yang tidak punya agama (orang sunda), serta tidak ada yang seagama dengan dirinya : Budha.
2. Bangsa China tidak ada, tidak disebutkan dicatatannya.
3. Bersama dirinya naik perahu dari Tanah Hindu ada 200 orang, ada yang berdagang, ada yang hanya bepergian, tujuannya sama pergi ke Canton.

Maka dari itu jalur perdagangan dari Tanah Hindu Depan ke Tanah China memang melewati Tanah Jawa.
Pada tahun 435 malahan sudah ada utusan Raja Jawa Barat ke Tanah China, menyampaikan pesan ke Maharaja di Tanah China, sebagai tanda perkenalan serta menjalin hubungan perdagangan.

Kerajaan Tarumanegara tersebut tidak diketahui berapa tahun lamanya bertahan dan tidak diketahui juga bagaimana runtuhnya.
Orang Hindu disana tidak mengubah adat dan kehidupan orang-orang pribumi, karena memang tidak mau mengajarkan apa-apa, dan orang pribumi juga belum mempunyai kemauan untuk mengikuti ajaran orang Hindu.

Sulit kalau memaksa agar pengetahuannya bertambah, yaitu membatik dan membuat kain.

berikutnya–>>

Sumber dikutip dari http://www.ki-demang.com — Situs Sutresna Jawa — : dalam bahasa Jawa.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: