jump to navigation

Kosa Kata Jawa (Yang Mulai Punah) 27 September 2011

Posted by Cah Maduran in Budaya dan Sastra, Sejarah.
Tags: , , , , , , , ,
trackback

AYO INDONESIA BISA berubah menjadi lebih baik…

Dulu, ketika Mbah Do’ (sebutan untuk nenek) masih hidup, dan ketika itu aku masih kecil, sering kali beliau dalam menyebut sesuatu menggunakan  kosa kata Bahasa Jawa yang menurutku masih orisinil atau bawaan/diajarkan oleh orang-orang tua dari jaman dulu. Oleh Emak’e (ibuku) dan juga Pak’e (bapakku) kosa kata Bahasa Jawa ini dulunya juga mereka gunakan (keduanya masih hidup). Aku tidak tahu, apakah kosa kata ini hanya digunakan oleh orang-orang di Desa Maduran dan sekitarnya, atau juga digunakan oleh orang suku Jawa pada umumnya.

Tetapi, sekarang ini, aku tidak lagi mendengar kosa kata ini terucap dari mulut orang-orang yang berdomisili di Desa Maduran bahkan oleh Emak’e dan Pak’e, yang dulunya setiap hari aku mendengar, mereka menggunakannya.

Dari blog ini, aku akan membagi kepada anda kosa kata tersebut, tentunya yang masih aku ingat dalam memori otakku. Kosa kata ini akan aku artikan dengan kosa kata yang sekarang dipakai oleh kebanyakan orang Jawa. Tujuanku melakukan ini adalah minimal untuk mengabadikan warisan bahasa yang dulu pernah dipakai oleh orang-orang tua sebelum kita. Dan bagi para pembaca blog ini, aku berharap bisa memberikan tambahan kosa kata yang lain (yang pernah diingatnya) tetapi sekarang tidak pernah dipakai lagi atau mungkin sangat jarang dipakai dalam berkomunikasi sehari-hari dalam Bahasa Jawa.

Berikut kosa kata tersebut :

1. Kathil (kursi)

2. Tu’ (meja)

3. Gebyok (dinding dari papan kayu)

4. Kepe’ (tas, cara baca : ‘e’ pertama seperti kata ‘buah apel’, ‘e’ kedua seperti kata ‘bel listrik’)

5. Sruwal (celana pendek maupun panjang, dulu hanya dipakai laki-laki)

6. Dolanan Tembung (bermain sepak bola)

7. Pit (sepeda)

8. Brompit (sepeda bermesin, bukan sepeda motor, sepeda ini masih ada pedal untuk mengayuh)

9. Ilir (kipas angin tangan)

10. Tempolong (kaleng yang ukurannya lebih kecil, terbuat dari bahan seng, bentuknya silindris, biasanya bekas produk susu, obat-obatan atau cat. Cara baca ‘o’ seperti kata “bondowoso’)

11. Tompo (kaleng yang ukurannya lebih besar, terbuat dari bahan seng, bentuknya silindris, biasanya bekas produk biskuit. Tompo ini juga digunakan orang-orang untuk menakar bahan makanan pokok seperti beras, jagung dan seterusnya dalam transaksi jual beli. Cara baca ‘o’ seperti kata ‘solo’).

12. Terompah (sandal)

13. Tesemak (kacamata. Cara baca ‘e’  pertama seperti baca huruf ‘T’ tanpa ‘e’, ‘e’ kedua seperti ‘lelaki)

Baru 13 kosa kata di atas yang bisa aku ingat, semoga nanti bertambah..

Bersambung…………

AYO INDONESIA BISA berubah menjadi lebih baik…

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: